Sabtu, 02 Januari 2010

Perampokan

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 14.40 0 komentar

Polres Depok Selidiki Kasus Perampokan Rumah Kabiro MA

Minggu, 3 Januari 2010 - 00:09 wib
Marieska HV - Ajat M Fajar - Okezone
DEPOK - Pasca penemuan brankas yang dirampok dari rumah Kepala Biro Umum Mahkamah Agung, Abidin, di daerah Bogor, Polres Depok terus mengejar keberadaan kawanan perampok. Polres Depok masih melakukan penyelidikan secara intensif terhadap kasus ini.

Polres Depok juga masih menyelidiki motif perampok yang membuang brankas di areal persampahan Babakan Madang, Bogor, yang telah dirampok dari rumah Abidin di Jalan Kalilicin No 42, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok.

Kapolres Depok AKBP Saidal Mursalin mengatakan hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut secara intensif. Hingga saat ini, kata Saidal, belum ada penambahan saksi untuk dimintai keterangan.

"Kita masih cari tau kenapa buang kesana, kita masih dalami intensif," ujarnya kepada wartawan di Polres Depok, Sabtu (02/01/2010).

Jumlah pelaku, kata Saidal, berdasarkan keterangan saksi jumlah kawanan perampok berjumlah 10 orang. Pihaknya belum mengetahui keterkaitan pelaku antara insiden perampokan pertama dengan kedua.

"Kita belum tau ada kesamaan pelaku atau tidak, dan belum tahu juga ada keterlibatan orang dalam atau tidak," imbuhnya.

Sebelumnya rumah Kabiro Umum MA, Abidin dirampok oleh 10 perampok dengan mengikat serta menyandra pembantu dan keluarga Abidin. Perampok tersebut mengambil brankas yang berisi surat - surat berharga, 5 buah HP, serta uang gaji. Belakangan brankas tersebut akhirnya ditemukan polisi di areal persampahan di Babakan Madang, Bogor.

Insiden perampokan tersebut adalah kali kedua yang menimpa rumah Abidin. Brankas pertama berisi Rp 500 juta berhasil dirampok beberapa bulan lalu dan hingga kini kasus tersebut belum terungkap.(bul)
Okezone.com

Jumat, 01 Januari 2010

Puncak Macet 28 Km

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 17.12 0 komentar


Gila, Puncak Macet 28 Km


SANDRO GATRA
Suasana di Simpang Taman Safari Indonesia, Bogor.

Jumat, 1 Januari 2010 | 16:42 WIB
BOGOR, KOMPAS.com- Hari pertama tahun 2010, kemacetan sangat parah terjadi di kawasan Puncak, Bogor, dengan panjang antrean kendaraan hingga puluhan kilometer. Kendaraan tidak dapat bergerak selama berjam-jam di dua arah, baik arah Puncak menuju Gadog maupun sebaliknya.
Jasmin, salah satu petugas kepolisian mengatakan, kendaraan tidak bisa bergerak sejak pukul 14.00. Menurut dia, kemacetan terjadi mulai dari Perbatasan Cisarua dengan Cianjur hingga Simpang Gadog dengan panjang sekitar 28 Km. "Habis Jumatan tadi sudah tidak bisa bergerak," ucap dia ketika ditemui Kompas.com di Simpang Taman Safari, Jumat (1/1/2010) sore.
Kemacetan terjadi, katanya, karena ribuan kendaraan saling serobot di beberapa titik seperti di Gadog, Cimori, Matahari, Pasar Cisarua, dan titik-titik lain. "Tadi siang lebih parah. Motor yang menuju Jakarta ambil jalur arah Puncak. Dari Gadog masih banyak yang naik ke Puncak. Ya sudah macet total," ucap Jasmin.
Pantauan Kompas.com, kemacetan di Jl. Raya Puncak mengakibatkan kendaraan yang akan keluar dari pintu masuk Taman Safari Indonesia (TSI) ke Simpang TSI tertahan. Hendra (36), salah satu pengendara, mengatakan, butuh waktu dua jam dari pintu TSI hingga Simpang TSI dengan panjang sekitar tiga kilometer. "Dua jam lebih," ucapnya kesal.
Di Simpang TSI, mayoritas pengendara mematikan kendaraanya. Namun, sepeda motor masih dapat melintas menuju Gadog.

Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,4 Persen

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 16.43 0 komentar

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,4 Persen


KOMPAS/RIZA FATHONI
Sri Mulyani Indrawati

Selasa, 29 Desember 2009 | 15:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang akhir tahun, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun 2009 ini dapat tercapai sekitar target yang ditetapkan sebesar 4,5 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 setidaknya akan mencapai 4,4 persen.
"Untuk kuartal IV kita tetap akan di zone 4,5 persen sehingga overall growth 4,3 hingga 4,4 persen maksimal," ujar Menteri Keuangan di Depkeu, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2009 dipengaruhi oleh beberapa sektor yang mulai tumbuh, seperti sektor perdagangan, telekomunikasi konstruksi, listrik, dan air dibandingkan tiga kuartal sebelumnya pada 2009 ini.
Meski demikian, dia memperkirakan ada tiga industri yang tidak meningkat pada kuartal terakhir tahun ini. Salah satunya, sektor industri manufaktur. "Mungkin sektor industri manufaktur yang tidak akan meningkat cukup takam pada kuartal terkahir ini," kata Menkeu.
Sementara itu, untuk tingkat inflasi secara year on year akan di bawah angka 4 persen. Dia menjelaskan, harga komoditas yang mulai merangkak naik menjadi salah satu faktor terbesar penyumbang inflasi tahun ini.
"Segi faktor penyumbangnya, mungkin dari sisi komoditas, saya lihat mungkin dari sisi faktor makanan yang tetap akan muncul," tuturnya.

Presiden: Ada "Good News" dari Menkeu

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 16.37 0 komentar

Presiden: Ada "Good News" dari Menkeu


KOMPAS/ALIF ICHWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jumat, 1 Januari 2010 | 15:20 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar baik yang dibawa Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya disyukuri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kondisi perekonomian yang dilaporkan membaik di tengah krisis global, menurut Presiden, merupakan keberhasilan Indonesia yang patut disyukuri.

"Ada good news dari Menteri Keuangan dan jajarannya yang bekerja sampai subuh untuk menghitung penerimaan negara. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah. Ini bukan lip service, tapi pernyataan tulus yang saya sampaikan. Kita berhasil meminimalkan dampak krisis," kata Presiden saat melakukan telekonferensi dengan jajaran polda seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/1/2010).

Selengkapnya mengenai pelaksanaan APBN 2010 dan penerimaan negara, lanjut Presiden, akan dipaparkan pada Senin atau Selasa pekan depan. Lebih jauh beliau mengungkapkan bahwa keberhasilan ekonomi tak bisa dilepaskan dari stabilitas di bidang politik dan keamanan. Oleh karena itu, kepada jajaran kepolisian, Presiden mengatakan ada mata rantai antara keamanan dan kinerja perekonomian.

"Ada mata rantai antara keamanan dalam negeri dan kinerja perekonomian. Keamanan yang baik (dan) politik yang baik menunjang perekonomian dan akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat," ujar Presiden.

"Saya juga mengajak rakyat Indonesia untuk menjaga lingkungan pembangunan yang kondusif. Bagi jajaran kepolisian, apa yang dilakukan personel Polri, secara nasional, menyumbang bagi perekonomian bangsa kita," lanjutnya.

KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

Wali Kota Depok Ancam Tutup Tempat Kos Mewah

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 16.18 0 komentar

Wali Kota Depok Ancam Tutup Tempat Kos Mewah


FRANS AGUNG
Ilustrasi tempat kos

Jumat, 1 Januari 2010 | 21:09 WIB
DEPOK, KOMPAS.com- Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengancam akan segera menutup tempat kos mewah DR yang berlokasi di Jalan Yusuf, Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
"Jika tidak mengembalikan fungsi kos sesuai izin yang telah diberikan, maka akan segera ditutup," katanya di Depok, Jumat (1/1/2010).
Menurut Nur Mahmudi, dari hasil penelusuran di lapangan kos-kosan tersebut disalahgunakan, sehingga membuat warga sekitar resah. DR dijadikan juga kafe yang disewakan secara harian.
Wali Kota menilai masalah perizinan banyak yang disalahgunakan EF sebagai pemilik DR. Tak salah jika Dinas Satuan Polisi Pamong (Dinas Satpol PP) mempertanyakan izin yang dimiliki tempat kos mewah itu.
"Mudah-mudahan pemilik DR taat aturan, apalagi saya mendengar warga pemberi izin lingkungan resah dan mengancam akan melakukan tindakan," kata Nur Mahmudi.
Ultimatum serupa juga ditujukan Nurmahmudi terhadap tempat karaoke di Kota Depok yang masih beroperasi hingga sekarang, sebab hingga saat ini tidak ada aturan yang telah membolehkan tempat karaoke beroperasi di Kota Depok. "Jangan mengoperasikan karaoke jika belum ada izinnya," katanya, mengimbau.
Warga Jalan Yusuf, Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mengancam akan menyegel tempat kos mewah Duta Residence, jika masih terus beroperasi. "Indekos mewah tersebut sering digunakan tempat mesum," kata Ketua Dewan Keluarga Masjid Al Barokah, H Abdurohman.
Ia mengatakan hasil razia Satpol PP Minggu (19/12) didapati empat pasang bukan suami isteri dalam kamar tersebut. "Kita ingin tempat tersebut disegel," katanya.
Menurut Abdurohman, keresahan warga bukan hanya dari satu kelompok melainkan mencakup tiga rukun tetangga yakni RT 08, RT 03, dan RT 04 yang ketiganya berada dalam lingkungan RW 22. "Banyak warga yang datang dan mengeluhkan keberadaan DR," katanya.
Warga mempunyai empat tuntutan. Pertama, mereka menolak keberadaan DR yang berfungsi sebagai kos harian, karena telah terjadi prostitusi terselubung di dalamnya.
Kedua, mereka meminta dengan hormat agar pemerintah daerah, mengambil tindakan tegas dengan meninjau kembali perizinan bangunan tersebut. Ketiga, Kampung Sugutamu harus bebas dari maksiat atau prostitusi, tempat hiburan, dan narkoba.
Keempat, bilamana dalam waktu singkat tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, maka mereka tidak bertanggung jawab bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Pemilik hunian eksklusif itu, EF, membantah tudingan bahwa DR digunakan tempat prostitusi terselubung. "Tudingan masyarakat hanya didasari kesalahpahaman dan ketidaktahuan masyarakat mengenai ketiga pasangan yang terjaring Satpol PP," katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya mengantongi izin resmi dari Pemkot Depok. Mengenai pengunjung yang terjaring razia Satpol PP, Edy mengatakan yang dijaring itu dua di antaranya teman-teman anak tentara dan ayahnya sudah titip kepadanya. Satu lagi, artis yang kemalaman habis syuting, mereka juga dilepas.
DR merupakan sebuah hunian berlantai dua yang berdiri di tengah pemukiman dan sering mendapat penolakan dari masyarakat. Meski mirip seperti kontrakan, DR juga memiliki tarif sewa kamar per hari sekelas hotel.
Kompas.com

Harga Jual Beras Naik

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 16.01 0 komentar

Harga Jual Beras Bakal Naik


Kompas/Agus Susanto
Robby (kiri), pedagang beras, dan Agus memasukkan beras ke dalam kantong kertas di Pasar Tradisional Ciplak, Jakarta Timur, Rabu (14/5). Rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi pada awal Juni disambut dengan kenaikan harga beberapa bahan pokok, seperti beras.

Sabtu, 2 Januari 2010 | 05:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Harga jual beras tahun ini diperkirakan naik 2 persen dibanding 2009. Hal ini terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah atas gabah dan beras.
Pemerintah menetapkan HPP atas gabah dan beras tahun 2010 naik 10 persen dibanding 2009. Kenaikan HPP tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas di luar negeri dan menjaga agar keuntungan usaha tani tetap tinggi.
”Kenaikan HPP atas gabah dan beras itu sudah memperhitungkan asumsi laju inflasi, mempertimbangkan kenaikan harga pupuk setelah masa tanam Oktober 2009-Maret 2010, serta kemungkinan lonjakan harga pangan dunia,” ujar Wakil Menteri Pertanian sekaligus Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Rabu (31/12).
Bayu memaparkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan, yang berlaku mulai 1 Januari 2010.
Dijelaskan, selama ini harga jual beras sudah jauh di atas HPP. ”Ini bagus artinya untuk petani, penghasilan mereka menjadi terjaga,” ujar Bayu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Suswono menyebutkan, harga gabah kering panen di tingkat petani dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa atau kotoran 10 persen, Rp 2.640 per kg, sebelumnya Rp 2.400 per kg.
Adapun harga GKP di penggilingan Rp 2.685 per kg, sebelumnya Rp 2.440 per kg.
Suswono menjelaskan, akibat kenaikan HPP, terjadi kekurangan anggaran pengadaan beras di Bulog. Oleh karena itu, pemerintah perlu menambah anggaran bagi Bulog Rp 1,2 triliun. ”Ini akan kami bicarakan dalam pembahasan APBN Perubahan 2010,” ujar Suswono.
Subsidi pupuk
Selain anggaran pengadaan beras Bulog, pada APBN-P 2010 juga akan dibicarakan tentang anggaran subsidi pupuk. Hal ini karena pemerintah ingin tidak ada kenaikan harga pupuk hingga Maret 2010.
”Pada masa panen Oktober 2009-Maret 2010 kami upayakan tidak ada kenaikan harga pupuk. Apakah perlu menambah anggaran atau tidak, akan dibahas di APBN-P 2010. Saat ini, pasokan pupuk berlimpah,” ujar Mentan.
Pagu anggaran subsidi pupuk 2010 ditetapkan Rp 11,3 triliun atau turun Rp 7,137 triliun dibandingkan APBN-P 2009. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, cadangan beras Bulog saat ini 1,7 juta ton, lebih tinggi dibanding 2008 yang hanya 1,2 juta ton.
Dari cadangan tersebut, 500.000 ton untuk cadangan jika terjadi bencana alam. Sisanya, 1,2 juta ton untuk program beras bagi rakyat miskin 2010, yaitu 300.000 ton per bulan. ”Dengan cadangan yang ada, itu cukup untuk raskin selama empat bulan,” ujar Sutarto. (OIN)
Kompas.com

Jakarta Di guyur Hujan

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 15.53 0 komentar

Siang Hari, Jakarta Diguyur Hujan
Sabtu, 2 Januari 2010 - 06:00 wib
Ferdinan - Okezone
JAKARTA - Hujan nampaknya masih membayangi libur akhir pekan Anda di awal tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur seluruh wilayah Ibukota Jakarta, Sabtu (2/1/2010).

Meski siang hari hujan, BMKG memprakirakan cuaca pada pagi hari berawan. Hanya Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang berpotensi diguyur hujan pagi harinya. Kendati begitu, Anda tak perlu khawatir bila ingin berpergian pada malam hari. Dalam situsnya, BMKG memprediksi cuaca di lima wilayah Jakarta berawan.

Prakiraan cuaca ini juga berlaku bagi wilayah Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Pagi hari berawan, siang turun hujan, sementara malam harinya, cuaca kembali berawan. Bagi Anda yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di luar rumah, tak ada salahnya jika melengkapi kantong piknik Anda dengan payung dan jas hujan. (frd)
Okezone.com
 

Berbagi Cerita . . . Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez