Minggu, 20 Juni 2010

Merger

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 18.26 0 komentar



Merger
Merger, konsolidasi, akuisisi adalah hal yang sangat umum dilakukan agar perusahaan dapat memenangkan persaingan, serta terus tumbuh dan berkembang.
Joseph F. Sinkey (1983), menjelaskan motivasi yang mendorong bank untuk melakukan merger, antara lain: a) Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usaha yang hemat, b) Guna meningkatkan pangsa pasar, c) Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalian finansial yang lebih baik, d) Kesempatan menggabungkan sumber daya ataupun pasar yang dimiliki masing-masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapa faktor yang mendorong motivasi untuk merger, seperti: upaya diversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan harga saham secara emosi (bootstrapping of earning per share) karena adanya pengumuman akan merger bagi Bank publik.

Merger merupakan salah satu pilihan terbaik untuk memperkuat fondasi bisnis, jika merger tersebut dapat memberikan sinergi. Sutan Remy Syahdeini dalam makalah berjudul “Merger, Konsolidasi dan Akuisisi Bank” memberikan definisi merger atau penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua Bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu Bank dan melikuidasi Bank-bank lainnya.
Prasyarat melakukan merger

Hazel J.Johnson (1995) menyatakan, prasyarat yang harus dianalisis terlebih dahulu dari kedua Bank yang akan melakukan merger adalah:
1. Kondisi keuangan masing-masing Bank, merger sesama bank sehat atau karena collapse
2. Kecukupan modal
3. Manajemen, baik sebelum atau sesudah merger
4. Apakah merger dapat memberi manfaat bagi pengguna jasa Bank tersebut

Johnson lebih lanjut menyatakan setiap lembaga yang akan melakukan merger, pada umumnya mempunyai beberapa isu penting yang relevan untuk dianalisis sebelum merger dilakukan, antara lain:
• Kapan waktu yang tepat untuk melakukan merger?
• Bagaimana mengidentifikasi kecocokan pasangan (partner) untuk merger?
• Bagaimana mengkomunikasikan dengan baik atas rencana merger ini kepada

seluruh pihak yang berkepentingan agar niat merger mempunyai dampak yang positif di pasar?
• Bagaimana melakukan cara, yang akan dilakukan untuk konsolidasi diantara Bank yang merger?
Evaluasi keberhasilan dan kegagalan merger
Membuat proyeksi keberhasilan merger penting dilaksanakan, sebelum merger dilakukan secara legal. Tahapan diawali dengan due diligence (uji tuntas) atas perusahaan yang akan dikonsolidasikan. Penilaian dilakukan atas sinergi yang akan diperoleh, dilihat dari sinergi operasional dan sinergi finansial.
Sinergi operasional, umumnya dengan membandingkan sumber daya masing-masing perusahaan, antara lain: Visi Misi dan tujuan perusahaan, perencanaan strategik, Sumber Daya Manusia, jaringan, pangsa pasar, Informasi Teknologi yang digunakan, dan budaya kerja masing-masing perusahaan.

Evaluasi finansial, didasarkan atas: analisis laporan keuangan perusahaan, berupa neraca dan laba rugi, baik yang berupa on atau off balance sheet, serta fee based income. Metoda yang digunakan bermacam-macam, salah satunya menitik beratkan pada cash flow, sebagai berikut:
1. Analisis proyeksi arus kas dengan menggunakan diskon faktor sesuai biaya dana perusahaan (Discounted cash flow approach)
2. Analisis yang didasakan atas ratio harga saham dengan pendapatan (Price Earning Ratio) dibandingkan dengan nilai P/E dari perusahaan sejenis
3. Penilaian atas dasar nilai buku,yang beberapa pos dari neraca disesuaikan dengan perkiraan risiko yang mungkin ada sehingga mengurangi nilai buku (Adjusted book value)

Banyak perusahaan atau Bank yang mengalami kegagalan saat dilakukan merger, disebabkan, antara lain:
1. Harga yang ditetapkan saat dilakukan merger terlalu tinggi akibat analisis sebelumnya tidak akurat
2. Sumber pembiayaan merger berasal dari pinjaman berbiaya tinggi
3. Asumsi yang salah dengan mengharapkan booming market, yang ternyata terjadi sebaliknya
4. Tergesa-gesa, sebelum dilakukan uji tuntas dengan baik
5. Perbedaan kedua perusahaan terlalu besar
6. Budaya kerja tak dapat disatukan
7. Krisis manajerial karena ingin mempertahankan semua manajemen yang ada di kedua perusahaan

Kesimpulan:
1. Merger hanya akan dilakukan jika nilai dari perusahaan hasil merger lebih besar dibanding dengan jumlah nilai masing-masing perusahaan
V merger > V a + V b
V merger = nilai (value) perusahaan hasil merger
V a = nilai perusahaan a sebelum merger
V b = nilai perusahaan b sebelum merger
2. Walaupun hasil analisis menunjukkan bahwa hasil merger akan lebih baik, namun tetap memerlukan waktu penyesuaian, terutama untuk menyatukan budaya kerja dari kedua perusahaan

Sumber data:
1. Johnson, Hazel J. Bank Mergers, Acquisition & Strategic Alliances. New York: Richard D. Irwin, Inc., 1995
2. Sinkey, Joseph F., Jr. Commercial Bank Financial Management. New York: Macmillan Publishing Co., Inc., 1983
3. Sjahdeini, Sutan remy, Prof. DR. SH. Merger, Konsolidasi dan Akusisi Bank. Jakarta: Perpustakaan IBI. Tidak dipublikasi
4. Sumber bacaan lain, dari hasil seminar, ikut pelatihan dan lain-lain
http://edratna.wordpress.com/2007/06/18/merger/

Selasa, 18 Mei 2010

Kalbe Incar Akuisisi 5 Perusahaan Farmasi

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 03.36 0 komentar


Kalbe Incar Akuisisi 5 Perusahaan Farmasi

(Vibizdaily-Bisnis) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana mengakusisi 3-5 perusahaan farmasi pada tahun 2010. Perseroan menjajaki penerbitan obligasi untuk pendanaan akuisisi.

Demikian diutarakan Direktur KLBF Vidjongtius di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Kamis (12/11/2009).

Alokasi dana yang dipersiapkan Kalbe maksimal Rp 500 miliar untuk tiap perusahaan sasaran. Ia menerangkan, rencana akuisisi ini masih dalam proses pencarian perusahaan sasaran.

Target yang dibidik adalah akuisisi perusahaan farmasi dengan bidang usaha obat bebas dan makanan kesehatan.

"Akuisisi dimungkinkan 3-5 perusahaan. Ini sedang mulai proses awal, masa penjajakan. Belum nego secara langsung. Kami lebih mengutamakan obat bebas dan makanan kesehatan," ujarnya.

Ditambahkannya, sumber pendanaan dari rencana akuisisi ini dari kombinasi kas internal dan pendanaan eksternal seperti penerbitan obligasi. "Dana, kami siapkan dari internal Rp 500 miliar. Kami targetkan 1 perusahaan dulu, supaya lebih mudah dalam pengelolaan," katanya.

Namun, KLBF juga tidak menutup kemungkinan untuk mengeluarkan surat utang obligasi di tahun 2010. Hasil obligasi akan digunakan perseroan sebagai dana cadangan, dan juga untuk akuisisi perusahaan di tahun depan.

"Dalam rangka pendanaan kembali, penerbitan bond bisa dimungkinkan. Besarnya tergantung kebutuhan, bisa Rp 300-500, miliar bahkan 1 triliun," jelasnya.

Menurutnya, agar Kalbe Farma dapat tumbuh dengan cepat, salah satu cara yang ditempuh adalah akusisi.? Akuisisi perusahaan dalam negeri menjadi target awal perseroan.

Pada kesempatan yang sama, Vidjongtius mengatakan bahwa di tahun 2010 perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 300-500 miliar. Capex ditujukan pada pertumbuhan organik KLBF dan juga pendanaan anak perusahaan mereka PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Capex EPMT dianggarkan Rp 100-120 miliar dan digunakan untuk peremajaan kantor cabang dan ekspansi di beberapa wilayah, seperti Palangkaraya, Kendari, dan Gorontalo.
(ras/RAS/dtc)

Sumber :
http://vibizdaily.com/detail/bisnis/2009/11/12/kalbe_incar_akuisisi_5_perusahaan_farmasi

Kamis, 29 April 2010

Cara Alami Mengusir Ketombe

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 03.47 0 komentar


Cara Alami Mengusir Ketombe

KOMPAS.com — Mengusir ketombe juga bisa menggunakan cara alami. Jeruk nipis adalah salah satu buah yang dipercaya bisa mengontrol keberadaan ketombe. Arthur S Simon, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Selatan, mengatakan, jeruk nipis dapat melunturkan minyak (sebum) di kulit kepala. Dengan begitu, habitat atau tempat bersarang jamur yang merugikan pun dapat dikurangi.
Selain bisa mengendalikan sebum di kepala, jeruk nipis juga bisa memberikan efek segar dan nyaman, terutama bagi kepala berketombe yang kerap dihinggapi rasa gatal. Buah yang kaya dengan kandungan vitamin C ini juga bisa membuat rambut tampak sehat dan cantik berkilau.
Cara penggunaannya tidak sulit. Sebelum keramas, usapkan irisan jeruk nipis atau perasan jeruk nipis pada kulit kepala, terutama di daerah berketombe. Diamkan sekitar 15 menit sebelum membasuh dan berkeramas.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, Eddy Karta, juga merekomendasikan penggunaan tea tree oil sebagai salah satu bahan alami pengusir ketombe. Menurut Kim, sudah banyak tea tree yang dijual dalam bentuk kemasan jadi sehingga penerapannya lebih mudah.
Tumbuhan dari Australia ini memiliki kemampuan sebagai antiseptik dan antijamur. Selain mengatasi ketombe, tea tree juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan kulit lainnya, seperti kutu air, jerawat, eksem, psoriasis, infeksi jamur, bisul, dan infeksi kutu.
Sumber : Kompas.com

Kamis, 15 April 2010

Bank Tabungan Negara

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 17.48 0 komentar




BANK TABUNGAN NEGARA

Visi Bank BTN

Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan.
Misi Bank BTN
• Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah.
• Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk, jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini.
• Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas, profesional dan memiliki integritas tinggi.
• Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan Shareholder Value
• Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

Budaya Kerja

POLA PRIMA
• Pelayanan Prima (Service Excellence)
• InOvasi (Innovation)
• KeteLAdanan (Role Model)
• PRofesionalisme (Professionalism)
• Integritas (Integrity)
• KerjasaMA (Teamwork)

NILAI-NILAI DASAR BUDAYA dan 12 PERILAKU UTAMA
PELAYANAN PRIMA :
• Ramah, sopan dan bersahabat
• Peduli, pro aktif dan cepat tanggap
INOVASI :
• Berinisiatif melakukan penyempurnaan
• Berorientasi menciptakan nilai tambah
KETELADANAN :
• Menjadi contoh dalam berperilaku baik dan benar
• Memotivasi penerapan nilai-nilai budaya kerja
PROFESIONALISME :
• Kompeten dan bertanggungjawab
• Bekerja cerdas dan tuntas
INTEGRITAS :
• Konsisten dan disiplin
• Jujur dan berdedikasi
KERJASAMA :
• Tulus dan terbuka
• Saling percaya dan menghargai

BTN Siapkan Strategi Permodalan
28/03/2005

Jakarta-Bank Tabungan Negara (BTN) tengah mempersiapkan upaya memperkokoh permodalan sehingga rasio kecukupan modal (CAR) yang saat ini sudah 16 persen dapat ditingkatkan. Langkah ini untuk membuat BTN dapat sejajar dengan bank BUMN lainnya. “Setidaknya dengan CAR lebih besar lagi, Bank BTN akan lebih leluasa dalam membiayai perumahan,” kata Dirut BTN, Kodradi, seperti dilansir Antara, Senin (14/3). Kodradi mengajukan dua strategi, yakni menahan sebagian dari deviden sehingga tidak diserahkan ke pemerintah. Selanjutnya, menindaklanjuti penerbitan saham (IPO). Kodradi mengharapkan dalam membagikan deviden jangan disamaratakan dengan bank BUMN lain.
Setidaknya turut diperhitungkan juga besarnya dana rekap yang diberikan serta kemampuan memperbaiki kinerja setelah rekap itu diberikan. Menurut Kodradi, saat pertama kali rekap CAR Bank BTN masih empat persen. Pada 2004 menjadi 16 persen, di atas persyaratan BI dan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Dari jumlah modal memang masih terkecil dibanding bank BUMN lainnya. Menurut Kodradi, BTN seharusnya juga diberi kesempatan IPO, seperti bank lain. Rencana IPO telah dituangkan pada 2001 saat Letter Of Intent Dana Moneter Internasional (LOI IMF) disepakati. Namun, jelas Kodradi, saat itu eksistensi Bank BTN masih dipertanyakan. Karena itu, rencana IPO ditunda sambil menunggu selesainya studi independen untuk melihat kinerja Bank BTN. Hasilnya baru rampung pada 2003 sehingga rencana IPO menjadi tertutup. Kodradi menuturkan, pemerintah sampai saat ini belum memasukkan Bank BTN sebagai bank pemerintah yang harus IPO. Padahal, manajemen BTN telah berhasil melaksanakan restrukturisasi internal untuk memperbaiki kinerja hingga selesai sejak 21 Agustus 2002. Kodradi menjelaskan, tim IPO Bank BTN telah mempersiapkan segala sesuatunya sejak September 2001. Pihaknya juga menyiapkan rencana pelaksanaan sampai dengan 2007. Oleh karenanya, BTN akan menyampaikan rencana itu dalam rencana bisnis yang akan diajukan selambatnya minggu depan. “Dalam minggu ini setidaknya seluruh bank diminta menjelaskan rencana bisnisnya kepada Bank Indonesia. Pada kesempatan itu BTN turut memasukkan rencana IPO tersebut meskipun nantinya diserahkan sepenuhnya kepada pemegang saham,” katanya. Dengan modal yang kuat, tutur Kodradi, Bank BTN diharapkan tetap eksis sebagai ‘bank focus’ dibidang perumahan, termasuk nantinya memenuhi persyaratan sebagai bank utama (anchor) sesuai rencana Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Mengenai besarnya IPO, akan sangat bergantung pada perhitungan price to book value (PBV). Mungkin bisa 20 atau 30 persen, tergantung pada pemerintah. “Serta sudah dapat dipastikan saham Bank BTN akan sangat diburu pasar,” tuturnya.

Sumber : http://btn.co.id/

Senin, 12 April 2010

Strategi Perusahaan

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 19.54 0 komentar


Strategi Perusahaan

Pada bulan November 2006, Hitachi mengumumkan strategi perusahaan yang memajukan kolaborasi penciptaan dan keuntungan. Dengan tetap fokus pada pendekatan yang berorientasi pasar dan penciptaan keuntungan sebagai dasar kebijakan, sasaran yang ingin dicapai adalah sebuah struktur yang secara stabil menciptakan keuntungan tinggi dengan memanfaatkan prakarsa kunci seperti pelaksanaan manajemen berbasis FIV* (Future Inspiration Value/Nilai Ilham Masa Depan), penciptaan portofolio bisnis yang memiliki keuntungan yang lebih tinggi, yang bergerak maju bersama manajemen grup, dan inovasi bekerja sama dengan mitra dan perusahaan grup. Untuk mencapai hal ini, Hitachi akan fokus pada area bisnis di mana Hitachi dapat menunjukkan kekuatannya, yang akan memperkuat bisnis inovasi sosialnya, yang terdiri dari prasasarana sosial, prasarana industrial, prasarana kehidupan dan bisnis prasarana informasi, dan akan berupaya untuk memaksimalkan sinergi dengan bisnis/produk teknologi prasarana yang mendukung operasi bisnis inovasi sosial. Tata kelola perusahaan diperkuat secara sistematis, manajemen perusahaan grup yang efisien dilaksanakan dan ekuitas hubungan ditinjau, untuk dapat meningkatkan pendapatan di seluruh grup perusahaan. Dengan menekankan kerja sama dengan mitra dan perusahaan grup, di Grup Hitachi beragam kemitraan digunakan untuk memperkuat upaya bisnis inovasi di berbagai bidang operasi.
Sumber : http://www.hitachi.co.id/strategy/index.html

Falsafah Perusahaan

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 19.31 0 komentar


Falsafah Perusahaan (Company Philosophy)

Pada perjalanan waktu, sering perusahaan mengalami benturan ataupun masalah-masalah yang sangat sulit dipecahkan. Masalah tersebut terkadang akan mempengaruhi tercapainya visi dan misi perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, setiap perusahaan dalam menyusun mission statement perlu untuk mengembangkan suatu falsafah (Philosophy) yang akan menuntun perusahaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul serta menjadi bimbingan dalam beraktivitas sehari-hari. Falsafah perusahaan tersebut biasanya disebut sebagai Kredo dan nilai-nilai dari kredo tersebut harus ditanamkan pada setiap hati dan tingkah laku karyawan.
Salah satu kredo yang terkenal adalah yang dimiliki oleh perusahaan Johnson&Johnson (J&J). Kredo ini diciptakan tahun 1920 oleh General Johnson. Kredo J&J menyebutkan bahwa J&J bertanggung jawab terhadap : Pelanggan, karyawan, masyarakat dan pemegang saham. Urutan dari kredo J&J itu tidak boleh dibalik-balik dan hal tersebut sudah terbukti ampuh digunakan J&J pada saat perusahaan tersebut menghadapi masalah pencemaran pada salah satu produknya (Tylenol) di salah satu kota di Amerika. Pemegang saham menghendaki agar J&J tidak usah mempedulikan hal itu karena akan memakan biaya yang besar untuk mengurusnya. Tetapi J&J mengikuti falsafah yang berlaku bahwa kepentingan pelanggan adalah nomor satu, sehingga dengan segera J&J menarik seluruh produknya di seluruh dunia. Hal ini akan mengakibatkan J&J mengalami kerugian dalam jangka pendek tetapi merasakan keuntungan yang besar untuk jangka panjang karena kepercayaan konsumen bahwa mutu produk J&J pasti terjamin aman.
Di Indonesia, beberapa tahun yang lalu kasus serupa juga terjadi yaitu kasus pencemaran produk Aqua dan Indomie. Akhirnya kedua perusahaan tersebut melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan J&J yaitu menarik semua produknya pada saat diketahui tercemar. Gobel yang dikenal sebagai pelopor industri elektronik Indonesia (merk Nasional & Panasonic) dalam menjalankan usahanya senantiasa berpegang pada falsafah ”pohon pisang”. Alasannya : Pertama, batang (pohon) pisang walaupun dipangkas berkali-kali ia akan tetap tumbuh kembali sebelum berbuah. Kalau sudah berbuah (yang dapat dimakan oleh manusia atau makhluk hidup lain) barulah pohon pisang akan mati. Kedua, sebelum pohon pisang mati terlebih dahulu membentuk tunas baru untuk menggantinya. Jadi ada regenerasi. Ketiga, pohon pisang hidup berkelompok, tidak menyendiri. Ini ,encerminkan kebersamaan. Keempat, pohon pisang dapat dimanfaatkan hampir seluruhnya, dari akar hingga daun, pucuk dan buahnya. Daunnya untuk dibungkus, batangnya bisa dimakan, pelepah untuk tali, pucuk untuk sayur, dan buah untuk dimakan. Semua bermanfaat, tidak ada yang terbuang.
Sedangkan perusahaan Jepang yang menjadi mitra Global yaitu Matsushita memilih ”air” menjadi falsafahnya. Alasannya : air ada di mana-mana dan diperlukan setiap insan, air mengalir ke tempat yang lebih rendah. Artinya produk perusahaan tersebut harus memenuhi kebutuhan masyarakat kecil. Falsafah air mengalir membawa konsekuensi pemerataan pendapatan bagi karyawan. Mc Donald’s menjadi populer dengan falsafah bisnisnya yaitu : kualitas, pelayanan. Kebersamaan dan nilai.
Sebagai suatu organisasi yang besar, Negara Indonesia juga memiliki suatu falsafah yang menjadi pegangan bagi anggota-anggotanya. Falsafah tersebut adalah Pancasila.

Sumber : Buku Manajemen Strategik, Pengantar Proses Berpikir Strategik, Agustinus Sri Wahyudi, SE, MBA., 1996.

Visi dan Misi Perusahaan

Diposting oleh Diptarina Yasmeen di 18.02 0 komentar


Visi dan Misi Perusahaan

VISI
Dalam cerita anak-anak berjudul “Alice in Wonder Land” diceritakan bahwa pada suatu hari Alice dan sahabatnya, seekor kucing, tersesat di hutan. Dia tidak mengetahui kemana harus pergi pada saat di depannya terdapat beberapa pilihan jalan yang harus dilalui. Bertanyalah Alice pada sahabatnya

• ”Tolong tunjukkan pada saya jalan mana yang harus saya ambil agar tidak tersesat lagi”

Si kucing bertanya kembali :

• ”Sebelum saya tunjukkan jalan, maukah Alice memberitahukan akan pergi kemana?”
• ”Saya tidak tahu mau pergi kemana” Alice menjawab.

Akhirnya si kucing berkata ”

• ”Jika engkau tidak tahu mau kemana, maka jalan mana saja yang akan kamu ambil tidak akan membuat engkau tersesat Toh Alice tidak mempunyai tujuan / tempat yang hendak dituju”.

Ilustrasi cerita di atas menggambarkan bahwa setiap perusahaan harus menentukan tujuan yang akan dicapai pada masa akan datang. Dari tujuan tersebut akan ditentukan strategi. Penentuan tujuan sangat penting dilakukan agar langkah-langkah yang hendak perusahaan lakukan menjadi lebih terarah (tidak tersesat) dan akhirnya dapat melkukan efisiensi dalam implementasinya.
Para pendiri ataupun pemimpin perusahaan mempunyai suatu tujuan jangka panjang yang akan dituju oleh perusahaannya. Tujuan tersebut merupakan suatu impian / keadaan dimasa akan datang yang dicita-citakan oleh seluruh personil organisasi (dari jenjang Dewan Komisaris hingga pesuruh) untuk dicapai dengan melukan aktivitas bisnis. Cita-cita dimasa depan yang ada dipemikiran para pendiri inilah yang disebut sebagai ”Visi” dari sebuah perusahaan

MISI
Visi yang telah ada tersebut akan sangat sulit dimengerti oleh pihak-pihak yang ada di dalam organisasi / perusahaan karena sifatnya yang multi dimensi, tidak tertulis dan hanya ada dalam benak para pendiri. Pihak-pihak terkait ataupun personil yang baru saja masuk ke dalam organisasi tentunya tidak akan mengerti arah mana yang akan dituju oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Agar setiap orang dalam organisasi memahami cita-cita perusahaan maka dipandang perlu ”Visi tersebut dibuat secara tertulis. Visi tertulis inilah yang dikenal sebagai ”Mission Statement” atau pernyataan misi. Visi para pemimpin pendiri republik ini juga dibuat tertulis yaitu yang kita sebut sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara, dimana tertulis di dalamnya cita-cita masyarakat adil dan makmur.
Suatu pernyataan misi yang baik adalah bagian penting untuk dapat membuat, mengaplikasi dan mengevaluasi strategi. Mengembangkan dan mengkomunikasikan pernyataan misi yang baik adalah salah satu yang terpenting di dalam Manajemen Strategik. Seiring berubahnya waktu suatu pernyataan misi seharusnya selalu direvisi untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, tetapi revisi tersebut dapat dilakukan jika telah dipersiapkan dengan teliti dan hati-hati. Misi yang baik juga haruslah memfokuskan pada kebutuhan konsumen (customer needs) dan kegunaan (utilities) dari pada sebuah produk. Jika fokus misi terlalu sempit, hanya pada produk, maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan manakala produk tersebut sudah tidak disenangi konsumen, Ted Leavitt menyebut kesalahan mendefinisikan misi dengan sebutan Marketing Myopia. Contohnya adalah perusahaan AT&T yang berusaha dalam bidang komunikasi dan bukan telepon serta Perusahaan Avon yang bergerak dalam bidang kecantikan dan bukan lipstik ataupun bedak.
Pernyataan misi dapat bervariasi bentuk, panjang, isi dan spesifikasinya. Pada umumnya terdapat delapan karakteristik penting yang dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam penyusunan misi perusahaan. Suatu misi yang baik adalah yang dapat menjawab salah satu atau lebih karakteristik berikut ini :
1. Pelanggan. Siapakah nasabah perusahaan?
Kami percaya bahwa tanggung jawab yang paling utama adalah kepada dokter, perawat dan pasien, kepada para ibu dan yang lainnya yang menggunakan jasa dan produk kami (Johnson&Johnson).

2. Produk atau Jasa. Produk utama apakah yang dijual?
Menjadi jaringan rumah makan terkemuka di dunia dengan cara memuaskan permintaan pelanggan akan kualitas, pelayanan cepat pada setiap acara makan dengan menu ayam yang dominan (Kentucky Fried Chicken)

3. Pasar. Dimana perusahaan bersaing?
Akan membuat sebuah perbedaan : produk-produk kami, pelayanan dan keramahan akan menolong orang di seluruh dunia untuk mempertajam cara-cara bisnis dan pendidikan dalam abad ke 21 (Apple Computer).

4. Teknologi. Teknologi dasar apa yang digunakan?
Usaha HP dipusatkan pada pengembangan produk berkualitas tinggi yang akan memberikan kontribusi teknologi unik dan sedemikian inovatifnya sehingga bersedia membayar tinggi (Hewlett-Packard).

5. Komitmen terhadap pertumbuhan, keuntungan atau stabilitas. Komitmen apa yang dianut untuk pencapaian tujuan perusahaan.
Melayani kebutuhan seluruh dunia akan pengetahuan, guna mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, menghasilkan dan mendistribusikan informasi-informasi berharga dengan suatu cara yang menguntungkan konsumen, karyawan, penulis, investor dan masyarakat (Penerbit McGraw-Hill).


6. Konsep Perusahaan. Apa yang menjadi kekuatan dan keunggulan perusahaan.
Memberikan kualitas sebagai ekspresi sosial (Hallmark).

7. Komitmen terhadap image masyarakat. Apa yang menjadi persepsi masyarakat terhadap perusahaan.
Kami bertanggung jawab kepada masyarakat dimana kami bertempat tinggal dan bekerja dan juga kepada masyarakat dunia (Johnson&Johnson).

8. Komitmen terhadap karyawan. Bagaimana perlakuan perusahaan terhadap karyawannya.
Menghargai karyawannya dengan gaji dan keuntungan-keuntungan yang kompetitif dibandingkan dengan kesempatan kerja di daerah sekitarnya serta memberikan balas jasa atas kontribusi mereka kepada efisiensi operasional perusahaan (Public Service Electric and Gas Company)

Dalam penyusunannya, misi suatu perusahaan dibentuk atau dipengaruhi oleh beberapa elemen, yang harus dipertimbangkan oleh pembuat strategi agar misi tersebut dapat benar-benar mencerminkan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan. Elemen-elemen tersebut berupa :
1. Sejarah masa lalu perusahaan
2. Keinginan dari pemilik atau manajemen puncak.
3. Perubahan lingkungan industri.
4. Keterbatasan sumber daya (tenaga kerja, modal, keterampilan, dst)
5. Keunggulan inti yang dimiliki agar dapat bersaing.

Sebagai contoh adalah sebuah misi dari Bank XYZ yang berbunyi :
” Menjadi lembaga pembiayaan pembangunan terkemuka yang memberikan pembiayaan jangka menengah panjang, jasa-jasa bank umum dan pasar modal serta usaha-usaha lain yang mendukungnya, dan berpedoman pada azas berusaha secara menguntungkan dalam rangka menunjang pembangunan ekonomi nasional”.

Sedang misi Indosiar di dunia pertelevisian Indonesia adalah :
” Berperan serta memberikan hiburan dan informasi yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia”.

Sumber : Buku Manajemen Strategik, Pengantar Proses Berpikir Strategik, Agustinus Sri Wahyudi, SE, MBA., 1996.



 

Berbagi Cerita . . . Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez